Senin, 23 Juni 2014

Beberapa Jenis Struktur Perulangan Dalam PHP

Struktur Perulangan ada beberapa macam, diantaranya Perulangan While, Do – While, For, & Perulangan dalam Perulangan. Kita akan mempelajari satu persatunya disini, dimulai dari Perulangan While.

Perulangan While

Proses Perulangan While ini adalah ketika pertama tercapai, maka ekspresi dievaluasi. Jika salah, maka kode blok akan dilewati & Jika benar, maka blok control akan dijalankan & kemudian kembali ke atas pada pengecekan kondisi lagi selama persyaratan terpenuhi atau bernilai true. Contoh struktur sederhana dalam perulangan while bisa anda perhatikan kode PHP dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$x=1; //Nilai Variable
while ($x<=10) //Ekspresi
{
echo $x. Nurul Imam<br />”; //Block Program
$x++;
}
?>

Perulangan Do – While

Perulangan dengan perintah Do – While merupakan kebalikan dari struktur perulangan While. Jika pada struktur While, pendeteksian ekspresi dilakukan pada awal perulangan, Pada struktur Do – While ini pendeteksian ekspresi dilakukan setelah proses satu loop dilakukan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan struktur perulangan Do – While dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<?php
$x=1; // Nilai Variable
do
{
echo $x. Nurul Imam<br />”; //Statement
$x++;
}
while ($x<=10); //Ekspresi
?>
Ekspresi merupakan kondisi yang harus dipenuhi sebagai syarat terjadinya perulangan. Jika kondisi pada ekspresi masih terpenuhi, maka perulangan akan masih dilakukan.

Perulangan For

Perulangan For dapat ditentukan jumlah perulangan & kelipatan perulangannya. Kita hanya perlu menuliskan nilai awal perulangan & nilai batas perulangannya. Nilai variable akan otomatis bertambah atau berkurang setiap kali proses perulangan dilakukan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan struktur perulangan for dibawah ini.
?
1
2
3
4
5
6
<?php
for ($x=1;$x<=10;$x++) //Nilai Awal, Akhir, Step
{
echo “<font size=$x>Nurul Imam<br /></font>”; //Statement
}
?>
Struktur diatas adalah bentuk perulangan for. Nilai awal adalah batas kondisi awal perulangan, Nilai akhir adalah batas kondisi akhir perulangan, sedangkan Step adalah step perulangan (Tingkat Kenaikan). Statement adalaha pernyataan yang diulang. Selanjutnya kita mempelajari Struktur Perulangan dalam Perulangan.

Perulangan Dalam Perulangan

Dalam bahasa pemrograman, sering kali terjadi dimana kode perulangan tersebut berada dalam perulangan yang lain. Untuk lebih jelasnya perhatikan kode PHP dibawah ini yang menjelaskan Struktur Perulangan Dalam Perulangan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
for ($x=1; $x<=10; $x++)
{
    for ($y=1; $y<=$x; $y++)
    {
        echo “ # “; //Statement
    }
    echo “<br />”; //Statement
}
?>
Contoh diatas terlihat statement diproses oleh dua perulangan yaitu perulangan dengan ekspresi X dan Y. Silahkan simpan & jalankan di localhost untuk melihat hasilnya

Struktur Logika Switch Case Dalam PHP

Struktur Logika Switch Case ini sangat cocok dipakai untuk kondisi logika yang memiliki nilai-nilai pasti dalam logika tersebut. Untuk lebih jelasnya silahkan tulis & perhatikan kode PHP dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
<?php
$grade = “A”; //Variable Ekspresi
switch ($grade) {
    case “A”;
echo “Memuaskan”; //Pernyataan 1
break;
    case “B”;
echo “Baik”; //Pernyataan 2
break;
    case “C”;
echo “Cukup”; //Pernyataan 3
break;
    default;
echo “Kurang”; //Pernyataan 4
}
?>

Struktur Logika If Else Dalam PHP

Fungsi logika If adalah fungsi yang digunakan untuk mengerjakan proses yang berhubungan dengan kondisi. Dalam struktur logika If ini terdapat 2 jenis, If Tunggal & If Majemuk. Berikut ini saya akan jelaskan tentang Logika If Tunggal & Logika If Majemuk.

Logika If Tunggal

Logika If Tunggal adalah struktur logika yang hanya memilki satu kondisi yang harus dipilih. Contoh dari Struktur Logika If Tunggal bisa anda lihat dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<?php
$x = 10;
$y = 5;
If ($x > $y) { //Ini adalah Ekspresi
    echo “X Lebih Besar Dari Y”; //Pernyataan 1
} Else {
    echo “X Lebih Kecil Dari Y”; //Pernyataan 2
}
?>
Ekspresi merupakan kondisi yang dijadikan pengujian, sedangkan pernyataan adalah hasil pengujian. Perintah Else digunakan untuk menjelaskan pernyataan selain dari pernyataan pertama. Selanjutnya selain Logika If Tunggal, masih ada lagi pembahasan tentang If Majemuk.

Logika If Majemuk

Logika If Majemuk terdapat lebih dari satu kondisi yang menuju pada keputusan yang akan diambil. Supaya lebih jelas, anda bisa perhatikan Struktur Logika If Majemuk dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
$x = 10;
$y = 10;
If ($x > $y) { //Ekspresi Pertama
    echo “X Lebih Besar Dari Y”; //Pernyataan Pertama
} elseif ($x == $y) { //Ekspresi Kedua
    echo “X Sama Dengan Y”; //Pernyataan Kedua
} else {
    echo “X Lebih Besar Dari Y”; //Pernyataan Ketiga
}
?>

Struktur & Komponen Input Output PHP

Input & Output adalah struktur yang paling banyak digunakan. Input merupakan tampilan untuk menginput atau memasukkan data, kemudian data tersebut akan diproses. Selanjutnya hasil dari proses tersebut akan ditampilkan pada komponen output. Berikut ini adalah contoh dasar kode PHP yang menggunakan kondisi dari proses input output.

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$panjang = 10;
$lebar = 5;
$luas = $panjang * $lebar;
echo “Panjang : $panjang<br />”;
echo “Lebar : $lebar<br />”;
echo “Luas Persegi : $hasil”;
?>

Komponen Input & Output

Beberapa diantara komponen input output adalah text box, combo box, & radio button. Pembuatan komponen ini bisa menggunakan text editor untuk menuliskan kode HTML. Selanjutnya kode HTML ini akan dihubungkan dengan kode pemrosesan PHP. Contohnya bisa anda lihat dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
<html>
<head>
<title>Komponen Input & Output</title>
</head>
<body>
<!--Komponen Form Untuk Menjalankan Proses-->
<form method="post" action="proses.php">
<!--Komponen Input Text Box-->
Nama Mahasiswa : <input type="text" name="nama" id="nama" /> 
<!--Komponen Input Combo Box-->
Fakultas : <select name="fakultas">
    <option value="TI">Teknik Informatika</option>
    <option value="SI">Sistem Informasi</option>
    <option value="SK">Sistem Komputer</option>
</select
<!--Komponen Input Radio Button-->
Jenis Kelamin : <input type="radio" name="kelamin" value="Laki-Laki">Laki-Laki
<input type="radio" name="kelamin" value="Perempuan">Perempuan
<input type="submit" name="submit" value="Input">
</form>
</body>
</html>

Simpan yang sudah ditulis diatas dengan nama input-output.php dalam direktori web server anda. Lalu buat lagi file dengan nama proses.php dan tulis kode PHP dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
<?php
echo "Nama Mahasiswa : ".$_POST['nama']; //Proses Untuk Text Box
echo "<br />";
echo "Fakultas : ".$_POST['fakultas']; //Proses Untuk Check Box
echo "<br />";
echo "Jenis Kelamin : ".$_POST['kelamin']; //Proses Untuk Radio Button
?>
 
Simpan dan buka input-output.php dalam web server anda. Untuk hasil yang sudah saya buat, silahkan lihat di halaman

Beberapa Jenis Operator Dalam PHP


Dalam bahasa pemrograman secara umum, operator digunakan untuk memanipulasi atau melakukan proses perhitungan pada suatu nilai variable. Variable yang nilainya dimodifikasi oleh operator disebut operand. Dibawah ini contoh statement penggunaan operator.

1
2
3
4
4 + 3 = 7
“4 + 3 = 7” //Ini adalah Ekspresi
“4” dan “3” //Ini adalah Operand
Tanda “+” dan “=” //Ini adalah Operator
Berikut ini akan saya jelaskan beberapa jenis Operator yang ada dalam bahasa pemrograman.

Arithmetic Operator

Arithmetic Operator merupakan operator matematika yang sering digunakan dalam operasi matematika. Berikut ini adalah table daftar dari operator arithmetic yang dimaksud.
Operator Operasi / Fungsi
+ Penjumlahan
- Pengurangan
* Perkalian
/ Pembagian
% Modulo
++ Increment
Decrement

Assignment Operator

Assigment Operator atau biasa disebut Operator Penegasan merupakan operator yang digunakan untuk memberi nilai ke suatu variable ke variable lain. Simbol operator ini adalah (=). Berikut ini adalah daftar table dari assignment operator.
Operator Operasi / Fungsi Contoh
+= Menambahkan nilai di kiri dengan nilai di kanan x += 2;
x=x+2;
-= Mengurangi nilai di kiri dengan nilai di kanan x -= 2;
x = x-2;
.= Melakukan concatenation / operasi gabungan antara nilai di kiri dengan nilai di kanan x .= “imam”;
x=x. “imam”;
/= Membagi nilai di kiri dengan nilai di kanan x /= 2;
x =x/2;
%= Sisa hasil bagi antara nilai di kiri dengan nilai di kanan x %=2;
x = x%2;
|= Melakukan operasi OR antara nilai di kiri dengan nilai di kanan x != 2;
x = x!2;
^= Melakukan operasi XOR antara nilai dikiri dengan nilai di kanan x ^= 2;
x = x^2;

Comparison Operator

Operator ini dikenal dengan sebutan operator perbandingan atau relasional. Operator ini digunakan untuk melakukan perbandingan antara dua buah operand dan menghasilkan nilai TRUE & FALSE. Dibawah ini saya sertakan table daftar operator perbandingan.
Operator Operasi / Fungsi
== Sama Dengan
=== Identik
!= atau <> Tidak Sama Dengan
!== Tidak Identik
< Kurang Dari
> Lebih Dari
<= Kurang Dari atau Sama Dengan
>= Lebih Dari atau Sama Dengan

Logic Operator

Operator ini biasa disebut sebagai Operator Logika. Biasanya digunakan untuk menggabungkan kondisi berganda & menghasilkan sebuah ekspresi bernilai TRUE & FALSE. Dibawah ini adalah Table daftar Logic Operator.
Operator Operasi / Fungsi
AND Melakukan operasi AND dimana semua kondisi harus bernilai TRUE.
|| atau OR Melakukan operasi OR dimana salah satu kondisi bernilai TRUE.
XOR Melakukan operasi XOR.
! Melakukan operasi NOT dimana jika nilai A adalah TRUE, maka akan menjadi FALSE.
Contoh penggunaan operator dalam Pemrograman PHP bisa dilihat dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
//Menentukan Nilai
$x = 7;
$y = 3;
echo “X = $x<br />”; //Tanda = adalah Operator
echo “Y = $y<br />”;
//Penjumlahan
$jumlah = $x + $y; //Tanda + adalah Operator
echo “Jumlah dari X + Y = $jumlah”;
?>
Demikianlah penjabaran singkat tentang Jenis Operator Dalam PHP.

Mengenal Tipe Data Dalam PHP


Selain variable, dalam bahasa pemrograman PHP juga terdapat Tipe Data. PHP memiliki beberapa jenis Tipe Data yang meliputi integer, floating-point number, strings, Boolean, null, array, object & resources. Berikut ini penjelasan beberapa Tipe Data tersebut.

1. Integer

Integer merupakan sebuah bilangan dari -2,147,483,648 sampai +2,147,483,647 dalam computer 32 bit. PHP mengijinkan penulisan integer dalam 3 cara yaitu decimal, octal & hexadecimal. Desimal merupakan bilangan yang berdasar pada 10 angka. Bilangan ini yang biasa digunakan sehari-hari.
Oktal merupakan bilangan yang berbasis pada delapan angka dari 0 hingga 7. Dalam penulisan bilangan octal didahului dengan penulisan angka 0. Bilangan ini biasa dipakai untuk penulisan perizinan / permission pada system UNIX. Contohnya 0777 untuk file permission public.
Heksadesimal meripakan bilangan yang berbasis pada 16 bilangan yang dimulai dengan 0x kemudian diikuti dengan angka dari 0 hingga 9 / huruf A hingga F. Contoh dari semuanya sebagai berikut :
<?php
$a = 1234; //Bilangan Decimal
$b = -123; //Bilangan Negatif
$c = 0123; //Bilangan Oktal
$d = 0x1A; //Bilangan Hexadecimal
?>

Mengenal Variable PHP


Semua bahasa pemrograman pasti mempunyai istilah Variabel. Variabel berfungsi untuk menyimpan suatu nilai. Nilai yang ada didalamnya dapat diubah sewaktu-waktu. Dalam membuat suatu nama variable, kita harus memenuhi peraturan Identifier. Identifier ini digunakan dalam program untuk memberi nama variable, fungsi, atau kelas. Aturan Identifier tersebut adalah :
  1. Karakter pertama harus berupa huruf atau garis bawah.
  2. Karakter penulisan hanya berupa huruf, angka dan garis bawah.
  3. Penulisan panjang variable tidak terbatas oleh jumlah karakter, Tapi sebaiknya gunakan seperlunya saja.
  4. Penamaan variable bersifat Case Sensitive, artinya kita harus memperhatikan besar kecilnya huruf yang digunakan dalam nama variable.
  5. Jangan menggunakan Reserverd Word PHP seperti echo, print dan lain-lain dalam penulisan nama variable.
Mari kita coba tulis beberapa variable dibawah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
<?php
//Contoh Variable bertipe String
echo “Variable bertipe String <br />”;
$nama = “Nurul Imam”;
echo “Nama anda : $nama<br /><br />”;
//Contoh Variable bertipe Integer
echo “Variable bertipe Integer <br />”;
$umur = 23;
echo “Umur anda : $umur<br /><br />”;
//Contoh Variable bertipe Tanggal
echo “Variable bertipe Tanggal<br />”;
$tanggal = date (“d F Y”);
echo “Hari ini tanggal : $tanggal<br /><br />”;
?>
Simpan hasilnya ke folder htdocs/php dan beri nama variable.php kemudian akses hasilnya di Browser dengan mengetikkan http://localhost/php/variable.php.